Bambang Srigati, Dosen Ilmu Komunikasi Dampingi Mahasiswa KKN UNRIYO Unit 22 Kepuharjo

YOGYAKARTA (ILKOM) - Rumah bukan sekadar tempat berteduh. Di tangan seorang dosen, rumah dapat menjelma menjadi ruang belajar, tempat bertukar gagasan, sekaligus titik awal lahirnya pengabdian kepada masyarakat. Semangat itulah yang dibawa Drs. Bambang Srigati, M.I.Kom, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO), saat mengemban amanah sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 2026 untuk Unit 22 Padukuhan Kepuh, Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang dijalani DPL KKN UNRYO secara resmi diawali melalui acara pelepasan mahasiswa KKN yang berlangsung di Kampus 1 Universitas Respati Yogyakarta pada Kamis (16/7/2026) lalu. Sehari berikutnya, Jumat (17/7/2026) pagi lalu, para mahasiswa diterjunkan ke lokasi KKN melalui seremoni penerjunan di Balai Kalurahan Kepuharjo, yang dihadiri jajaran pemerintah kalurahan, dosen pembimbing lapangan, serta para mahasiswa peserta KKN.

Berdasarkan pembagian lokasi, Unit 22 diperkuat oleh 15 mahasiswa yang berasal dari tiga fakultas di UNRIYO, yakni Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE), serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Keberagaman disiplin ilmu tersebut diharapkan mampu menghadirkan program kerja yang kolaboratif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Padukuhan Kepuh.

Suasana hangat terlihat sejak hari pertama penerjunan. Mahasiswa bersama dosen pembimbing lapangan dan perangkat kalurahan berfoto bersama sebagai simbol dimulainya perjalanan pengabdian di wilayah lereng Gunung Merapi. Momentum tersebut menjadi penanda bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat akan kembali diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan selama masa KKN.

Bagi Bambang Srigati, menjadi DPL bukan hanya memastikan mahasiswa menjalankan program kerja sesuai rencana, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman selama mereka tinggal di lokasi pengabdian. Bahkan, lokasi posko Unit 22 memiliki kedekatan tersendiri dengan pihak desa.

"Posko Unit 22 di Kepuharjo cukup aman karena menggunakan rumah milik kepala desa sendiri. Rumah tersebut memiliki dua kamar tidur dan dua kamar mandi, sementara mahasiswa laki-laki dapat beristirahat di ruang tamu. Sebelum penerjunan, mahasiswa juga sudah melakukan survei lokasi pada Sabtu, 11 Juli 2026, sehingga berbagai kebutuhan tempat tinggal mahasiswa telah dipersiapkan dengan baik," ujar Bambang.

Persiapan yang matang tersebut menunjukkan komitmen seorang dosen dalam memastikan proses pembelajaran di luar kampus berlangsung optimal. KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan pengalaman belajar yang mengajarkan mahasiswa tentang kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi lintas disiplin, hingga kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebagai dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Bambang juga berharap mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat secara santun, adaptif, dan partisipatif. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari jumlah program kerja yang terlaksana, tetapi juga dari hubungan baik yang terbangun dengan warga.

"Bukan hanya membawa program kerja, tetapi juga menghadirkan semangat belajar bersama, tumbuh bersama, dan memberi manfaat bagi sesama," tambahnya. (MS)

Follow INSTAGRAM: @ilkom_unriyo
FACEBOOK: Prodi Ilmu Komunikasi Unriyo
YOUTUBE CHANNEL: Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO

.

Berita Sebelumnya Semarak Literasi Digital Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNRIYO, Wujudkan Mahasiswa Cerdas dan Kritis…
Berita Selanjutnya Sempat Terkejut! Pasca Magang Mahasiswa Semester 7 Ini Langsung Dikontrak Jadi Wartawan Tetap