YOGYAKARTA (ILKOM) – Komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi masa depan kembali membuahkan hasil. Sebanyak 26 mahasiswa Ilmu Komunikasi UNRIYO berhasil menyelesaikan seluruh modul pembelajaran Artificial Intelligence (AI) berdurasi 12 jam melalui platform AI Class ASEAN di www.AIClassASEAN.org. Capaian ini menjadi bukti kesungguhan mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh teknologi kecerdasan buatan.
Keberhasilan tersebut tidak hanya ditandai dengan selesainya seluruh rangkaian pembelajaran, tetapi juga diperolehnya sertifikat penyelesaian yang menunjukkan bahwa para mahasiswa telah menguasai materi-materi dasar mengenai kecerdasan buatan, mulai dari pengenalan AI, etika penggunaan AI, keamanan data, pemanfaatan AI untuk produktivitas, pembuatan konten digital, teknik menyusun prompt (prompt engineering), hingga pemanfaatan AI dalam melawan hoaks dan misinformasi.
Program ini diikuti sebagai bagian dari penguatan kompetensi pada mata kuliah Literasi Digital, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep AI secara teoritis, tetapi juga mampu menggunakannya secara kritis, bertanggung jawab, dan produktif dalam berbagai aktivitas akademik maupun profesional.
“Alhamdulillah, mahasiswa ilmu komunikasi UNRIYO angkatan 23 telah menyelesaikan tugas AI Class ASEAN yang durasinya 12 jam dengan 15 modul ini,” ujar Mohammad Solihin, dosen pengampu mata kuliah Literasi Digital yang sudah memiliki sertifikat Master Trainer AI Class ASEAN ini.

Salah satu bukti sertifikat beberapa mahasiswa yang telah menyelesaikan AI Class ASEAN
Pembelajaran AI saat ini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan telah menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh mahasiswa di berbagai disiplin ilmu, termasuk bidang komunikasi.
"Mahasiswa komunikasi pada masa kini tidak cukup hanya menguasai kemampuan menulis, berbicara, atau memproduksi media. Mereka juga harus memahami bagaimana kecerdasan buatan bekerja, bagaimana memanfaatkannya secara etis, serta bagaimana tetap menjaga kreativitas dan integritas ketika menggunakan AI. Melalui AI Class ASEAN, mahasiswa memperoleh fondasi yang sangat penting untuk menghadapi tantangan industri komunikasi digital yang terus berkembang," jelasnya.
Mohammad Solihin menambahkan bahwa AI Class ASEAN merupakan platform pembelajaran digital yang dikembangkan oleh ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org. Platform tersebut menyediakan pendidikan dasar mengenai kecerdasan buatan bagi masyarakat Asia Tenggara melalui modul-modul pembelajaran yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan saat ini.
Lebih lanjut, platform ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan AI yang esensial sekaligus mendukung para Master Trainer dalam memperluas jangkauan pelatihan kepada lebih dari 800.000 orang di kawasan Asia Tenggara. Sebagai bagian dari inisiatif AI Ready ASEAN, program ini memiliki target besar untuk memberdayakan 5,5 juta pemuda, pendidik, dan orang tua agar lebih siap menghadapi transformasi digital berbasis kecerdasan buatan.
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNRIYO, pengalaman mengikuti AI Class ASEAN menjadi ruang belajar yang memperluas perspektif mengenai bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara positif dalam dunia komunikasi, seperti produksi konten, strategi komunikasi digital, analisis media, hingga penanggulangan penyebaran informasi palsu. Di sisi lain, pembelajaran juga menanamkan pentingnya etika, perlindungan data pribadi, serta tanggung jawab dalam penggunaan teknologi AI.
“AI Class ASEAN ini menambah wawasan tentang penggunaan AI yang benar dan bertanggung jawab. Dari kelas ini saya jadi lebih paham kalau AI bukan hanya untuk mencari jawaban, tetapi juga bisa membantu belajar, mencari ide, dan meningkatkan produktivitas. Pengalamannya seru karena materinya mudah dipahami dan membuat saya lebih sadar pentingnya menggunakan AI secara bijak dalam kegiatan sehari-hari maupun perkuliahan,” ungkap Sella Revalina, mahasiswa ilmu komunikasi angkatan 23 saat dihubungi Senin (20 Juli 2026) ini.
“Bagi saya mengikuti AI Class ASEAN memberikan pengalaman bermanfaat dalam memahami perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan penerapannya di berbagai bidang. Materi yang disampaikan mudah dipahami karena disertai contoh-contoh nyata, sehingga saya dapat melihat bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, membantu proses belajar, maupun mendukung pengambilan keputusan,” ujar Rafi Pasya Fadillah, mahasiswa ilmu komunikasi semester 6 ini.
Pencapaian 26 mahasiswa tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UNRIYO dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi global. Integrasi pembelajaran AI ke dalam mata kuliah Literasi Digital menjadi salah satu langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi yang kuat, tetapi juga literasi digital dan kecakapan kecerdasan buatan yang memadai.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan beradaptasi menjadi modal utama bagi generasi muda. Melalui keberhasilan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNRIYO telah menunjukkan bahwa mereka siap menjadi bagian dari generasi profesional yang mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara inovatif, bertanggung jawab, dan beretika untuk menghadapi tantangan masa depan. (MS)
Follow INSTAGRAM: @ilkom_unriyo
FACEBOOK: Prodi Ilmu Komunikasi Unriyo
YOUTUBE CHANNEL: Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO









